Life After 50th

Berdasarkan hasil survey kebanyakan orang jadi kaya setelah usianya berkepala 5, buktinya:
1. Ada PERAK di Rambutnya
2. Ada EMAS di Giginya
3. Ada GAS di Perutnya
4. Ada KRISTAL di Ginjalnya
5. Ada MINYAK di Pembuluh Darahnya
6. Ada GULA di Air Seninya
7. Ada KAPUR di Tulangnya
8. Ada PASIR di Empedunya
9. Bahkan jantungnya pun pakai CINCIN.

Meski begitu, mereka umumnya tidak sombong, sebagaimana tercermin pada cara jalannya yang kian merunduk… :v

Iklan

10 Sikap Hidup Bahagia

Oleh : Mahatma Gandhi

1. Lepaskanlah rasa kuatir dan ketakutan
Ketakutan dan kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi. Kebanyakan hal-hal yang kamu kuatirkan dan takutkan tak pernah terjadi! It’s all only in your mind.

2. Buanglah dendam
Dendam dan amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi diri kamu dan hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA. BUANGLAH!!

3. Berhentilah mengeluh
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang ada saat ini. Secara tak sadar kamu membawa-bawa beban negatif.

4. Bila ada masalah, selesaikan satu per satu
Hanya inilah cara menangani setiap : Satu demi satu.

5. Tidurlah dengan nyenyak
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk dan tidak sehat. Biasakanlah tidur dengan nyaman.

6. Jauhi urusan orang lain
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.

7. Hiduplah pada saat ini, bukan masa lalu
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, jangan tergantung pada nya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yang kamu miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok.
BE TOTALLY PRESENT

8. Jadilah pendengar yang baik
Saat menjadi pendengar, kamu belajar dan mendapatkan ide-ide baru yang berbeda dari orang lain.

9. Berpikirlah positif
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif.
Bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif dan terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan positif.

10. Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa kamu pada hal-hal besar
Sekecil apapun karunia yang kamu terima,
akan menghasilkan hal-hal besar dan selalu membawa Kebahagian saat kita pandai Bersyukur.

Bhs. Inggris vs Bhs. Indonesia

Mengapa orang bule gampang banget belajar bahasa Indonesia?
Karena bahasa Indonesia lebih simple dibanding bahasa Inggris.

English:
“Would you please care to elaborate on that statement?”
Indonesian:
“Maksud lo?!”

English:
“The meeting will start at 9:15 AM. Please be there 15 minutes beforehand.”
Indonesian:
“Jgn Telat Yee!!!”

English:
“I definitely won’t make it. You guys go and have fun without me.”
Indonesian:
“Ntar gue nyusul”

English:
“your statement is already known by everybody else”.
Indonesian:
“Basi.. Loh ”

English:
“I couldn’t see the necessity of this conversation”.
Indonesian:
“Ga penting Bro …”

English:
“I couldn’t think of any idea of where to go and what to do”.
Indonesian:
“Mati gaya neh”.

English:
“I need to tell u something, unfortunately the validity still needs to be confirmed”
Indonesian:
“Eh….tau ga sih loo…… (nggosip) ”

English:
“I couldn’t imagine what else could have happened”.
Indonesian:
“Buseeettt dah…!!!

English:
“The conclusion which is not accepted”.
Indonesian:
“Cape deh !!”

English:
“pardon me”
Indonesian;
“Haaahh…???”

English:
“I think you should not act in such an improper way”.
Indonesian:
“Pliiisss Dech…”

English:
“I think it would be better if we don’t see each other again…”
Indonesian:
“Loe, Gue, End !!!”

English:
“Thanks God… This moment and circumstances mean so much to me and I should be grateful….”
Indonesian:
“Alhamdulillah yaah… Sesuatu banget…”

English:
“Oh my God… This is very surprising to me, I thought it’s gonna be like that….. ”
Indonesian:
“trus gw harus bilang ‘wow’ gituu..”

English:
“Don’t lie to me, let God be our witness for that….. ”
Indonesian:
“Sumpeee loo”

English:
“It’s really disappointing to know how you treat me like this after all what I’ve done for you..”
Indonesian:
“Sakitnya tuh disini..”

Manisnya Permen

[KISAH INSPIRATIF]

Seorang lelaki tua terbaring lemah di sebuah rumah sakit. Seorang pemuda datang menengoknya setiap hari dan menghabiskan waktu berjam-jam bersama lelaki tua itu. Pemuda itu menyuapinya, membersihkan badannya, dan membimbingnya berjalan-jalan di taman, lalu membantunya kembali berbaring. Pemuda itu baru pergi setelah merasa bila lelaki tua itu sudah bisa ditinggal.
.
Suatu ketika perawat yang datang memberi obat dan memeriksa kondisi orang tua itu berkata, “Bapak punya anak yang berbakti. Setiap hari ia datang untuk mengurus Bapak. Sungguh beruntung ya, Pak.”
.
Lelaki tua itu memandang perawat itu sejenak, lalu memejamkan kedua matanya. Dengan nada sedih, lelaki tua itu berkata, “Saya berangan-angan, seandainya ia adalah salah seorang anak saya. Ia adalah anak yatim yang tinggal di lingkungan tempat tinggal kami. Dulu sekali, saya melihatnya menangis setelah kematian ayahnya. Saya pun menghiburnya, dan membelikan permen untuknya. Setelah itu saya tidak pernah lagi berbincang dengannya.
.
Kemudian ketika ia tahu kalau saya dan istri hanya tinggal berdua saja, ia pun berkunjung setiap hari untuk memastikan kami baik-baik saja. Ketika kondisi fisik saya mulai menurun, ia mengajak saya dan istri saya tinggal di rumahnya, lalu secara rutin membawa saya ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatan.
.
Saya pun pernah bertanya padanya, ‘Nak, mengapa engkau menyusahkan diri untuk mengurus kami?’ Sambil tersenyum anak itu menjawab, ‘Manisnya permen masih terasa di mulut saya, Pak.’”
.
Orang yang baik hatinya pasti akan mendapatkan imbalan yang baik pula dari Sang Pencipta. Maka, jangan memikirkan untung/rugi ketika mempunyai kesempatan untuk membantu orang yang perlu bantuan. Lakukan saja perbuatan baik secara spontan, dengan hati yang tulus dan ikhlas karena hukum Tuhan tidak pernah salah. Apa yang kita tanam pasti akan kembali kepada kita pula, bahkan berkelimpahan.

Lima Bahasa Kasih

Di sebuah rumah, sang suami pulang agak terlambat, dia membawa kue coklat kesukaan isterinya. Sesampai di rumah, didapatinya si isteri dengan muka cemberut menyambutnya. Hadiah itu di terima tetapi tetap saja sepanjang hari isterinya cemberut. Mereka bertengkar membahas keterlambatan suaminya pulang ke rumah.

Di seberang jalan, suami yang lain juga baru pulang dari luar kota. Sesampai di rumah, isterinya bertanya :”Oleh oleh nya mana ?”. Dengan terbata bata sang suami minta maaf dan menjawab bahwa seharian sibuk meeting sehingga nggak sempat beli oleh oleh. Sang isteri cemberut dan ketika suami mencoba merangkul, si isteri menghindar kemudian masuk ke dalam. Sepanjang hari suasana rumah menjadi tidak nyaman.

Apa yang salah dari ke dua suami diatas ? yang satu mencoba pulang membawa oleh oleh tetapi diacuhkan oleh isterinya. Sedang satunya tidak membawa oleh oleh dan membuat sang isteri marah.

Itulah yang umum terjadi di masyarakat kita, hal hal kecil yang tidak diperhatikan oleh masing masing. Komunikasi yang tidak nyambung antara suami dan isteri. Yang satu bicara bahasa inggris dan dibalas dengan bahasa perancis. Akhirnya keduanya merasa tidak cocok satu sama lain dan inilah bibit bibit sebuah perceraian. Kecuali kalau si suami bisa mencari uang banyak, maka si isteri akan memendam saja rasa ke tidak puasan tersebut. Karena khawatir dengan nasibnya jika nanti berpisah. Tetapi dia akan hidup menderita dan hanya bisa menopengi dengan kebahagiaan semu.

Kesalah pahaman itu terjadi karena masing masing tidak mengerti dengan bahasa kasih pasangannya. Seiap orang dari kita memiliki bahasa kasih sendiri sendiri. Jika mereka bicara dengan bahasa kasih yang kita mengerti, maka kita akan menganggapnya dia mencintai kita. Tangki cinta kita akan menjadi penuh. Sebaliknya jika dia berbicara dengan bahasa kasih yang tidak kita mengerti, maka kita jadi merasa tidak dicintai. Itu akan menguras tangki cinta kita. Jika tangki cinta kita terkuras habis, maka kita merasa tidak dicintai dan itu akan meningkatkan potensi pertengkaran serta perpisahan. Setiap orang memiliki tangki cinta. Sepanjang tangki cinta itu terisi penuh, kita akan merasa dicintai dan juga bisa memberi cinta. Tetapi jika tangki cinta kita kosong, maka dunia seperti tidak menarik lagi.

Hampir semua penyebab ketidak harmonisan rumah tangga disebabkan karena ketidak mengertian masing masing pasangan dengan bahasa kasih pasangannya, Akibatnya mereka seperti berbicara dalam bahasa yang tidak saling di mengerti.

Garry Chapman mengatakan bahwa ada 5 bahasa kasih yang utama, yaitu :
1. Pelayanan
2. Hadiah
3. Sentuhan fisik
4. Waktu yang berkualitas.
5. Kata kata pendukung.

Pada kasus suami yang pertama, si suami mungkin memiliki bahasa kasih hadiah, sehingga dia merasa bahwa setiap orang akan senang jika mendapat oleh oleh makanan yang disukai. Tetapi sayang sekali, bahasa kasih isterinya adalah waktu yang berkualitas. Sehingga ketika suaminya terlambat datang, dianggap mengabaikan dia. itu menyebabkan kemarahan.

Di kasus ke dua, bahasa kasih suami adalah sentuhan fisik, dia senang di rangkul, ditepuk pundaknya dan sebagainya. Tetapi isterinya memiliki bahasa kasih seperti bungsu saya, yaitu hadiah. Ketika suami pulang dari luar kota tidak membawa oleh oleh, artinya dianggap tidak begitu mencintai dia. Tangki cinta di isteri mungkin berkurang lagi. Si isteri berkata dalam hati _:”Sudah nggak bawa oleh oleh, maunya nyosor saja”,_ dan dia menghindari rangkulan suami tadi.

Suami isteri akan tetap hidup harmonis sepanjang tangki cinta masing masing penuh. Jika ada pihak yang tangki cintanya tersedot terus sampai habis, maka dinia rumah tangga menjadi seperti neraka. Isinya ribut terus atau diam diaman.

Salah satu cara paling jitu mengisi tangki cinta pesangan kita adalah dengan mengetahui apa bahasa kasih pasangan kita dan kemudian kita isi dengan bahasa yang dia kenal.

Jika bahasa kasihnya pelayanan, maka kita bisa memberi pelayanan atau membantu membereskan masalahnya.

Jika bahasa kasihnya hadiah, usahakan setiap pulang dari mana saja, kita bawakan oleh oleh. Mungkin spotong terasi, atau mobil merci.

Jika bahasa kasihnya sentuhan fisik, sering seringlah merangkul, menepuk pundak, menggandengnya di jalan dan sebagainya. Dia akan merasa sangat dicintai.

Jika bahasa kasihnya waktu yang berkualitas, sering seringlah mengajak keluar berdua, atau hanya ngobrol berdua di rumah. Kedatangan yang terlambat akan menjadi masalah besar.

Jika bahasa kasihnya kata kata pendukung, kata kata kita menjadi sangat berarti. Pasangan kita akan mudah tersinggung dg kata kata yg tidak mendukungnya. Jadi sering seringlah memuji pasangan kita.

Usahakan terus menerus mengisi tangki cinta pasangan kita, dan dunia akan terasa lebih indah…

Menjadi Benar Tanpa Menyalahkan

*GARIS YG LEBIH PANJANG*


Seorang Guru membuat garis sepanjang 1m di papan tulis, lalu berkata,


“Anak-anak, coba perpendek garis ini!” 


Anak pertama maju ke depan, ia menghapus 20cm dari garis itu menjadi 80cm


Pak Guru mempersilakan anak ke 2. Iapun melakukan hal yang sama, sekarang garisnya tinggal 60cm


Anak ke 3 dan ke 4 pun maju kedepan melakukan hal yang sama, hingga garis itu tinggal 20cm


Terakhir, seorang anak maju kedepan.


Ia tidak mengurangi garis yang sudah tinggal 20cm, namun membuat garis baru sepanjang 120 cm, lebih panjang dari garis yang pertama


Sang Guru menepuk bahunya, “Kamu memang bijak, untuk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya, cukup membuat garis lain yang lebih panjang, maka garis pertama akan menjadi lebih pendek dengan sendirinya.”


Untuk menjadi yang terbaik tak perlu menjatuhkan, menyingkirkan atau menjelekkan pihak lain. Cukup *lakukan kebaikan yang lebih baik secara konsisten*.

Biarkan waktu yang akan membuktikan kualitas kita ..


*Majulah tanpa Menyingkirkan*, 


*Naiklah Tinggi tanpa Menjatuhkan*, 


*Jadilah Baik tanpa Harus Menjelekkan*.


*Jadilah besar tanpa mengecilkan orang lain*.


d a n

*Jadilah Benar tanpa Harus Menyalahkan Orang Lain*.

Super Bloom – Death Valley

Kado awal tahun dari saya, sebuah tulisan menarik dan menginspirasi buat kita….


Insya Allah banyak hikmah yang bisa dipetik, banyak inspirasi yang bisa diimplementasi, dan banyak kontribusi yang bisa ditorehkan di tahun 2018 ini….


#SalamKontribusi

#KontribusiAtauMati!



*BUNGA MEKAR DI LEMBAH KEMATIAN*


Ini bukan kisah fiktif yang biasa Anda baca di majalah wanita. Ini adalah kisah nyata saya, Anda dan banyak orang lain di sekitar kita. Kalau Anda pernah merasa tidak cukup kreatif atau tidak cukup punya potensi untuk menghasilkan karya-karya besar, sebaiknya Anda meneruskan membaca.


Death Valley atau lembah kematian adalah sebuah gurun yang terletak di timur negara bagian California, Amerika Serikat. Death Valley dikenal sebagai tempat paling panas dan paling kering di dunia. Di musim panas, suhu disana mencapai 56,7 derajat celcius. Lembah dengan tingkat elevasi 86 meter dibawah permukaan laut ini jarang sekali terjadi hujan.


Karena kondisi itulah mengapa hampir tidak ada tumbuhan yang bisa hidup di Death Valley. Dari kondisi itulah lembah ini mendapatkan namanya, lembah kematian.


Kemudian sesuatu yang tidak terduga terjadi di pertengahan bulan Oktober 2004. 


Hujan tumpah di Death Valley. Tidak banyak, hanya 1,5 inchi saja. Tapi jika mengingat bahwa total curah hujan sepanjang tahun di Death Valley adalah 2 inchi, maka hujan di bulan Oktober itu merupakan sesuatu yang luar biasa.


Apa yang terjadi kemudian? 


Empat bulan setelah hujan deras itu, tepatnya di musim semi 2005, sebuah keajaiban terjadi. Jutaan bunga bermekaran menyelimuti lembah kematian, menciptakan sebuah pemandangan yang belum pernah terlihat sebelumnya. 


Van Valkenburg, seorang warga yang tinggal di Death Valley mengatakan, “Selama 25 tahun saya melihat beberapa bunga mekar disini. Saat itu saya pikir saya telah melihat keajaiban. Hari ini saya tidak percaya apa yang saya lihat disini.” 


Fenomena yang dikenal dengan ‘Super Bloom’ itu menarik puluhan ribu wisatawan yang datang dari seluruh penjuru Amerika Serikat untuk menyaksikan keajaiban di Death Valley.


Lembah kematian sesungguhnya tidak benar-benar mati. Tanpa banyak orang sadari, jutaan bibit bersemayam di bawah tanah dan dibalik bebatuan. Mereka hidup, namun bersembunyi. Mereka menanti untuk diberi kesempatan bersemi dan tumbuh.


Demikian juga dengan kita manusia. 


Seberapapun kita menganggap seseorang itu kering tak berpotensi, sesungguhnya di dalam dirinya terdapat banyak benih-benih kehebatan. Hanya sayangnya benih-benih itu tersembunyi. Tenggelam oleh ketidakpercayaan diri, atau oleh lingkungan yang tidak memberikan ruang padanya untuk muncul.


Tidak ada anak yang bodoh. Tidak ada individu yang tidak kreatif. Semua orang terlahir jenius dengan wujud kejeniusannya sendiri-sendiri. “Jika Anda mengukur kehebatan seekor ikan melalui kemampuannya memancat pohon, maka ia akan menjalani seluruh hidupnya berpikir bahwa ia bodoh”, begitu kata Einstein.


Selama hampir dua puluh tahun menjadi trainer, mentor dan coach, saya berinteraksi dengan puluhan ribu orang. Sebagian dari mereka diberi cap KW3 oleh manajemen perusahaan dimana mereka bekerja, baik karena prestasi mereka yang rendah maupun perilaku mereka yang kurang berkenan.


Namun jujur saya mengatakan bahwa banyak diantara mereka yang bisa membuat saya berdecak kagum. 


Mungkin mereka bukan orang paling cerdas di perusahaan itu, namun daya pengaruh mereka bisa membuat mereka memiliki banyak pengikut. Mungkin mereka bukan paling disiplin (atau bahkan memang tidak disiplin) namun daya imajinasi mereka mampu menerawang hal-hal yang tidak terpikirkan oleh manajemen.


Jika Anda memilih untuk melihat cukup jeli, maka Anda akan menemukan kejeniusan di setiap orang. Dan jika Anda memutuskan untuk memberi ruang pada kejeniusannya untuk bersemi, kemudian menyiraminya secara telaten dengan arah dan dorongan, maka Anda akan melihat keajaiban.


Saya telah melihat keajaiban-keajaiban itu berulang kali pada orang-orang di sekitar saya.


Saya melihatnya pada diri Anda.


Mungkin keajaiban itu belum tumbuh dan bermekaran saat ini. Namun bibitnya sudah jelas berjejer menanti untuk disiram.


Jangan menunggu hujan lebat datang. Karena mungkin ia tidak akan pernah datang dengan sendirinya. 


Ciptakan hujan lebat Anda sendiri. Atau cari dan undang hujan lebat itu. 


Masuklah dalam komunitas yang tepat. Undang guru yang siap menantang Anda. Saatnya suluk pada orang yang bisa jadi mentor Anda. Kemudian tantang diri Anda sendiri. Tetapkan target yang tinggi, and go all the way.


Anda mungkin akan gagal pada kesempatan pertama, kedua, ketiga, bahkan lebih. That’s OK. Karena hujan rintik-rintik tidak akan membuat subur lembah kematian. Tahukah Anda, hujan deras bulan Oktober di Death Valley yang saya ceritakan diatas itu mengakibatkan banjir dan merusak banyak properti disana?


Menyakitkan. Merepotkan. Namun diperlukan. 


Maka jika Anda ingin melihat keajaiban dalam hidup, karir atau bisnis Anda,


mulailah dengan percaya.


Percaya bahwa Allah Swt telah menanamkan bibit kejaiban dalam diri Anda.


Kemudian datangkan hujan lebat. Hadapi apapun yang terjadi.


Belajar darinya. Perbaiki. Hadapi lagi. 


Belajar lagi. Perbaiki. Hadapi lagi.


Di penghujung tahun 2017 ini, bertekadlah untuk tidak lagi mau melihat diri Anda yang sama dengan yang Anda lihat sepanjang tahun ini.


Mengawali tahun 2018 nanti, bertekadlah untuk membuat keajaiaban. Dalam hidup maupun karir dan bisnis Anda.


Jika Anda terlalu malas melakukannya untuk diri Anda sendiri, maka lakukanlah untuk anak-anak Anda, pasangan hidup Anda, dan orang tua Anda.


Mereka pantas mendapatkannya. Mereka telah menantinya.


Dan mereka yakin bahwa Anda bisa.


Tulisan ini saya sadur dari tulisan:

*Indrawan Nugroho*

_Business Innovation Consultant_

_Corporate Innovation Asia_