Category Archives: Renungan

Catatan Hanung Bramantyo tentang Sekolah

Ketika saya lulus SMP, saya pengen sekolah di sekolah yang saya suka. Sekolah favorit lah kata orang. Sekolah yang didalamnya ekskul nya keren-keren, apalagi Drama Atau teater. Sayangnya, Bapak saya justru menyekolahkan saya di tempat lain. Yang garing. Sekolah yang anti ama Seni. Apalagi Teater. Lalu saya ngambek. Bapak saya kemudian bilang : ‘Hei, nak! Kalo sekolahmu gak ada teaternya, ya kamu bikin. Jangan malah ngambek. Ajari Teman-Teman kamu biar menyukai keinginanmu’. Setelah itu, saya membentuk Teater dan berhasil meraih juara di festival Teater SLTA. Berat sih. Tapi menyenangkan.

Saat saya lulus kuliah, saya nyari Production House favorit yang bisa kasih kesempatan saya bikin film-film yang saya suka. Tapi saya tidak pernah diterima. Ditolak. Dianggap gak level. Lalu saya inget nasehat bapak. Setelah itu saya bikin sendiri PH yang bisa mewujudkan Karya-Karya sekaligus orang-orang yang mau belajar bikin film bersama. Jadi lah DapurFilm Production.

Setiap kali saya gak dapetin tempat yang saya mau, saya selalu inget nasehat Bapak. Jangan nyerah! bikin! Ujudkan! Tularkan! Ajarkan! Buktikan!

Jadi sejak kecil saya tidak kenal apa itu sekolah favorit, tempat favorit. Bapak saya selalu ngajarin kalo DIRI KITALAH yang bikin tempat jadi favorit. Bukan Mencari-cari sekolah favorit biar kita gaul sama anak-anak yang keren. Yang pinter-pinter. Gurunya cerdas tangkas menggelora. Tidak!

Ketika anak-anak saya sekolah, saya juga Tidak akan meminta anak2 saya ngejar sekolah Favorit. Tapi saya akan ajak anak-anak saya sekolah di tempat yang dekat dengan rumah. Bergaul dengan kawan-kawan yang gak harus semua pinter. Tapi kawan-kawan yang mau diajak belajar bareng. Sebelum pak Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nasional membuat kebijakan Zonasi Sekolah, saya sudah dididik oleh Bapak saya untuk selalu menciptakan sekolah favorit sendiri di rumah. Karena pendidikan yang paling Utama adalah di rumah. Ditengah keluarga. Terima Kasih ya pak. Semoga bapak tenang disisi Allah.

Buat pak Menteri Muhajir, lanjutkan perjuangan anda pak. Bismillah! Tidak mudah memegang amanah di negeri ini.

*Hanung Bramantyo Anugroho*

Iklan

Benih Hitam

Kisah nyata terjadi di AS….

Ada seorang wanita kulit putih yang hendak melakukan perjalanan dengan seorang putrinya yang berusia 6 tahun, mereka menaiki taksi yang dikemudikan oleh seorang pria kulit hitam.

Karena si anak tak pernah melihat orang kulit hitam sebelumnya, maka hatinya sangat ketakutan & bertanya pada ibunya:

“Ibu, apakah orang ini bukan penjahat? Mengapa kulitnya begitu hitam?”

Sopir tadi sangat sedih mendengarnya…

Saat itu pula, sang ibu berkata pada anaknya: “Paman Sopir ini bukan orang jahat, dia adalah orang yang sangat baik.”

Anak terdiam sejenak, lalu bertanya lagi: “Jika dia bukan orang jahat, lalu apakah dia pernah melakukan sesuatu yang buruk, sehingga kulitnya begitu hitam?”

Mendengar perkataan anak ini, mata pria kulit hitam itu berkaca kaca tetapi dia ingin tahu bagaimana wanita kulit putih itu menjawab pertanyaan putrinya tersebut.

Ibu ini menjawab: “Dia adalah pria yang sangat baik, juga tak pernah berbuat jahat. Bukankah bunga² di kebun rumah kita ada yang berwarna merah, putih, kuning & warna lainnya?

“Benar bu!”

Bukankah biji benih dari semua bunga tsb berwarna hitam?”

Anak ini berpikir sejenak, “Benar bu! Semuanya berwarna hitam.”

Benih hitam itu yang memekarkan bunga² berwarna warni yang indah, sehingga dunia menjadi penuh warna warni juga, bukankah begitu anakku?”

“Benar bu!” Anak ini seakan tiba² tersadarkan & berkata:
“Kalau begitu pasti paman sopir ini bukan orang jahat! Terimakasih paman sopir! Anda telah membuat dunia menjadi penuh warna warni, saya akan berdoa untukmu”

Anak polos ini lalu mulai komat-kamit berdoa, sopir kulit hitam ini tak bisa menahan diri lagi untuk tidak mengalirkan airmata.

⚠ PENJELASAN YANG BIJAK, MEMBUAT PENGERTIAN YANG MENDALAM.

⚠ SUDAH BIJAKSANA KAH KITA MEMBERIKAN PENJELASAN² TERHADAP ORANG² YANG ADA DISEKITAR KITA???!!

⚠ SEHINGGA MENENANGKAN DAN MENDAMAIKAN SUASANA, TAK ADA LAGI SALING CURIGA, MENGHUJAT & PRASANGKA BURUK.

⚠ ⚠ Disinilah diperlukan untuk melihat ke DALAM DIRI kita masing², apakah pikiran, ucapan & perbuatan telah selaras.

Semoga bermanfaat…

Kehidupan Orang Bijak

Dalam hidup,
kita bukan sekedar harus menjadi kuat, pandai & terampil.

Dalam hidup,
kita bukan sekedar harus menjadi sosok yg di banggakan dan di damba²kan,

tapi kita juga harus tahu kapan
kita harus berhenti sejenak untuk berjalan atau berjuang, bukan untuk menyerah,
apalagi kalah.

Kita berhenti sesaat untuk “memastikan” apakah kita sanggup terus berjalan,

Kita berhenti sejenak untuk “memikirkan” kapan waktu yg tepat untuk kembali melangkah.

Tak akan mungkin kita sanggup mendaki Mount Evrest tanpa jaket,
Tak akan mungkin kita sampai puncak Himalaya tanpa berhenti untuk berkemah.

Kita berhenti sesaat untuk memikirkan apa yang terbaik bagi diri kita saat melawan gelombang kehidupan,
karena gelombang itu akan berubah setiap hari, & kita tidak harus berhenti pula setiap hari.

Berhentilah saat tiba² “gelombang” itu begitu menakutkan & teramat berat utk kita lalui dalam beberapa menit.

Jika sudah mereda,
lanjutkan perjalanan panjang ini dengan Ketenangan & Rangkaian Pilihan bijak.

Orang hebat bukanlah orang yang suaranya paling besar, temannya paling banyak, ilmunya paling tinggi,
hartanya paling berlimpah,

tapi orang hebat adalah orang yg tahu kapan ia harus berjalan,
dan kapan ia harus berhenti di setiap hal dalam hidupnya.

Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas,
kehidupan adalah kesempatan untuk kita Mencurahkan Potensi diri kita untuk orang lain.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita Berbagi Suka & Duka dengan orang yang kita sayangi.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa Mengenal orang lain.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita Mencintai orang tua kita, pasangan kita, saudara,
serta berusaha Belajar Mengasihi sesama kita.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita Belajar & Terus Belajar tentang arti kehidupan.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu Mengucap Syukur.

Selamat pagi temans 🌺
Tuhan memberkati 🙏

Doa yang Tidak Egois

Suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Hari itu suasana sungguh meriah karena itu adalah babak final dan hanya 5 orang yang masih bertahan, termasuk Kevin. Sebelum pertandingan dimulai Kevin menundukkan kepala, melipat tangan dan berkomat kamit memanjatkan doa. Pertandingan dimulai, ternyata mobil balap Kevin yang pertama kali mencapai gar…is finish. Tentu Kevin girang sekali menjadi juara.

Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya, “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang bukan?”

Kevin menjawab, “Bukan pak, rasanya tidak adil meminta pada Tuhan untuk menolong mengalahkan orang lain. Aku hanya minta pada Tuhan, supaya aku tidak menangis kalau aku kalah.”

Semua hadirin terdiam mendengar itu.

Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Permohonan Kevin ini merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi dengan batin yang teguh.

Seringkali kita berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita.

Kita ingin Tuhan menjadikan kita nomor satu, menjadikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.

Kita meminta agar Tuhan menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya dan rencana-Nya yang paling sempurna dalam hidup kita?

Sahabatku, Seharusnya kita berdoa minta kekuatan untuk bisa menerima kehendak Tuhan yang sempurna sebagai yang terbaik dalam hidup kita.

TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai sobat PELAKU FIRMAN selalu…

[ Zhang Xue Mi ]

Manisnya Permen

[KISAH INSPIRATIF]

Seorang lelaki tua terbaring lemah di sebuah rumah sakit. Seorang pemuda datang menengoknya setiap hari dan menghabiskan waktu berjam-jam bersama lelaki tua itu. Pemuda itu menyuapinya, membersihkan badannya, dan membimbingnya berjalan-jalan di taman, lalu membantunya kembali berbaring. Pemuda itu baru pergi setelah merasa bila lelaki tua itu sudah bisa ditinggal.
.
Suatu ketika perawat yang datang memberi obat dan memeriksa kondisi orang tua itu berkata, “Bapak punya anak yang berbakti. Setiap hari ia datang untuk mengurus Bapak. Sungguh beruntung ya, Pak.”
.
Lelaki tua itu memandang perawat itu sejenak, lalu memejamkan kedua matanya. Dengan nada sedih, lelaki tua itu berkata, “Saya berangan-angan, seandainya ia adalah salah seorang anak saya. Ia adalah anak yatim yang tinggal di lingkungan tempat tinggal kami. Dulu sekali, saya melihatnya menangis setelah kematian ayahnya. Saya pun menghiburnya, dan membelikan permen untuknya. Setelah itu saya tidak pernah lagi berbincang dengannya.
.
Kemudian ketika ia tahu kalau saya dan istri hanya tinggal berdua saja, ia pun berkunjung setiap hari untuk memastikan kami baik-baik saja. Ketika kondisi fisik saya mulai menurun, ia mengajak saya dan istri saya tinggal di rumahnya, lalu secara rutin membawa saya ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatan.
.
Saya pun pernah bertanya padanya, ‘Nak, mengapa engkau menyusahkan diri untuk mengurus kami?’ Sambil tersenyum anak itu menjawab, ‘Manisnya permen masih terasa di mulut saya, Pak.’”
.
Orang yang baik hatinya pasti akan mendapatkan imbalan yang baik pula dari Sang Pencipta. Maka, jangan memikirkan untung/rugi ketika mempunyai kesempatan untuk membantu orang yang perlu bantuan. Lakukan saja perbuatan baik secara spontan, dengan hati yang tulus dan ikhlas karena hukum Tuhan tidak pernah salah. Apa yang kita tanam pasti akan kembali kepada kita pula, bahkan berkelimpahan.

Menjadi Benar Tanpa Menyalahkan

*GARIS YG LEBIH PANJANG*


Seorang Guru membuat garis sepanjang 1m di papan tulis, lalu berkata,


“Anak-anak, coba perpendek garis ini!” 


Anak pertama maju ke depan, ia menghapus 20cm dari garis itu menjadi 80cm


Pak Guru mempersilakan anak ke 2. Iapun melakukan hal yang sama, sekarang garisnya tinggal 60cm


Anak ke 3 dan ke 4 pun maju kedepan melakukan hal yang sama, hingga garis itu tinggal 20cm


Terakhir, seorang anak maju kedepan.


Ia tidak mengurangi garis yang sudah tinggal 20cm, namun membuat garis baru sepanjang 120 cm, lebih panjang dari garis yang pertama


Sang Guru menepuk bahunya, “Kamu memang bijak, untuk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya, cukup membuat garis lain yang lebih panjang, maka garis pertama akan menjadi lebih pendek dengan sendirinya.”


Untuk menjadi yang terbaik tak perlu menjatuhkan, menyingkirkan atau menjelekkan pihak lain. Cukup *lakukan kebaikan yang lebih baik secara konsisten*.

Biarkan waktu yang akan membuktikan kualitas kita ..


*Majulah tanpa Menyingkirkan*, 


*Naiklah Tinggi tanpa Menjatuhkan*, 


*Jadilah Baik tanpa Harus Menjelekkan*.


*Jadilah besar tanpa mengecilkan orang lain*.


d a n

*Jadilah Benar tanpa Harus Menyalahkan Orang Lain*.

Golden Memories…

(copas dari WA Group)

_*Yang lahir/Angkatan Tahun 1960-70-80an*_

Sekedar anda tahu.

Kita yg lahir di tahun 1960,1970-1980, adalah generasi yg layak disebut *generasi paling beruntung*.

Karena kitalah generasi *yg mengalami loncatan teknologi* yg begitu mengejutkan di abad ini, dg kondisi usia prima.
👊👍

Kitalah *generasi terakhir* yg pernah menikmati riuhnya suara *mesin ketik*.
Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati *keyboard* dari laptop kita.
📃📄📝💻💻

Kitalah generasi terakhir yg *merekam lagu dari radio dg tape recorder* kita.
Sekaligus kita juga menikmati mudahnya men *download lagu dari gadget*.
😄🔊📻📼📱

Kitalah generasi dg *masa kecil bertubuh lebih sehat* dari anak masa kini, karena lompat tali, loncat tinggi, petak umpet, galasin adalah permainan yg tiap hari akrab dg kita.
Sekaligus saat ini mata dan jari kita tetap lincah memainkan berbagai game di gadget .
🏃🎈🏊💃📱💻

Masa remaja.
Kitalah *generasi terakhir* yg pernah mempunyai kelompok/geng yg tanpa janji, tanpa telpon/sms tapi selalu bisa kumpul bersama menikmati malam minggu sampai pagi.
Karena kita adalah *generasi yg berjanji cukup dg hati*.
Kalau dulu kita harus bertemu untuk *tertawa terbahak-bahak* bersama.
Kini kitapun tetap bisa ber *”‘wkwkwkwk”*
😄😃😀😝😛😜😂
Di grup Facebook/whatsApp .
🎇🌠🌌🌈

Kitalah generasi terakhir yg pernah *menikmati lancarnya jalan raya tanpa macet* dimana-mana.
Juga bersepeda motor *menikmati segarnya angin jalan raya tanpa helm* di kepala
😀😃😅🚴 🚵

Kitalah generasi terakhir yg pernah menikmati *jalan kaki berkilo meter tanpa perlu berpikir ada penculik* yg membayangi kita.
👧🚶👬🏃💃

Kitalah generasi terakhir yg pernah merasakan nikmatnya *nonton tv dg senang hati tanpa diganggu remote untuk pindah chanel* sana sini 😔😞😞😞

Kita adalah Generasi yang selalu *berdebar debar menunggu hasil cuci cetak foto*, seperti apa hasil jepretan kita.
Selalu menghargai dan *berhati2 dalam mengambil foto dan tidak menghambur hamburkan jepretan* dan mendelete-nya jika ada hasil muka yang jelek.
Saat itu hasil dengan muka jelek kita menerimanya dengan rasa ihklas.
Ihklas dan tetap ihklas apapun tampang kita di dalam foto.
Tanpa ada editan Camera 360 photoshop atau Beauty face dan Beauty Plus.
Betul2 *generasi yg menerima apa adanya*.

📷📸📸📸📸📷🔝

Kitalah generasi terakhir yg pernah begitu *mengharapkan datangnya Pak Pos* menyampaikan surat dari sahabat dan kekasih hati. 😍📬😍📩😘

Kita mungkin bukan generasi terbaik. Tapi kita adalah generasi yg *LIMITED EDITION*.
Kita adalah generasi yg *patuh & takut kepada OrTu* (meskipun sembunyi2 nakal & melawan) tp kita generasi yg mau mendengar & komunikatif thd anak cucu.

Itulah kita…. *selalu bersyukur atas yg telah kita terima*

Anda di generasi itu?

_*Indahnya waktu itu…*_