Refleksi Jiwa

Refleksi jiwa saat gerhana usai.

Matahari tak pernah meminta bulan pergi saat bulan melintas di depannya.

Matahari tak pernah mengusir bulan saat bulan menghalangi sinarnya.

Matahari tak pernah menangis saat ia tak bisa menghangatkan bumi karena bulan berpijak di depannya.

Karena matahari sadar…
Ia bukanlah siapa-siapa

Karena matahari sadar…
Bukan ia yang memiliki alam raya.

Maka matahari dengan senang hati lebih memilih untuk menyapa bulan yang berpapasan dihadapannya daripada membenci.
Bertasbih memuji-Nya karena bersyukur masih bisa bersilaturahmi.
Mengikhlaskan semuanya karena ia yakin, inilah takdir Ilahi.

Begitulah gerhana yang terjadi saat cuaca yg cerah
Bulan dan matahari saling menghargai, tidak saling berebut untuk bisa menyinari bumi.

Sama halnya saat engkau berusaha dan bekerja, ada kalanya orang-orang diluar sana menutupi sinarmu, meredupkan harapanmu…..

Saat kau berusaha bersinar, ada kalanya orang-orang diluar sana menghalangi cahayamu, menjatuhkan semangatmu..

Maka, tetaplah tersenyum, ikhlas dan tetap bersyukur layaknya Matahari.
Karena itu semua sudah di gariskan oleh Tuhan,

Tugas kita ialah  menerima semua dengan penuh keihlasan dan banyak berserah dan perbanyak bersyukur.

Semoga dibalik setiap CERITA ada pesan CINTA yang ingin Tuhan Sampaikan….

#Tetap semaangat#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s