Cermin Rohani

Bacaan; Mazmur 23:1-6

Mazmur ini adalah gambaran atau cermin kehidupan rohani

Gambaran pertama – Dilahirkan Kembali

(ay 3) … Ia menuntun aku di jalan yang benar….

Domba adalah gambaran manusia yang lemah, bodoh dan sesat. Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa maka manusia tidak memiliki persekutuan dengan Allah dan telah menjadi sesat berjalan tanpa Allah dalam hidupnya.

Yes. 53:6 … Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri…  Adalah ayat kunci yang menegaskan kondisi manusia yang hidup tanpa Allah. Allah sebagai gembala datang mencari domba yang sesat itu. Ia mencari kita dan menyelamatkan kita dari kesesatan.

Ia menuntun aku di jalan yang benar… adalah ungkapan pengakuan kita atas pertolongan Tuhan.

Gambaran kedua – Langkah Kemenangan Iman

(ay5)  Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku…

Melukiskan seorang tamu yang dijamu oleh tuan rumah.  Setelah kita diselamatkan, kita menjadi anak-anak Allah dalam keluarga Allah.  Ada sukacita besar di sorga ketika seseorang bertobat dan diselamatkan.  Gambaran Alkitab tentang sukacita itu dinyatakan ketika seorang bapa menyambut dan mengadakan pesta besar untuk anaknya, si bungsu yang telah kembali.  Sayang sekali, tidak semua orang Kristen dapat menikmati hidangan berkat tersebut. Karena meja tersebut dikelilingi oleh para lawan kita. Iblis senantiasa berusaha supaya kita tidak dapat menikmati berkat Allah.  Firman Tuhan berkali-kali mengingatkan “Jangan takut”. Karena Allah telah mengalahkan kuasa Iblis!

Gal 4:9  Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?

Ingat 1Yoh 4:4 berkata, “Sebab roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia”

Sesungguhnya ketakutan itu asalnya dari iblis untuk menggagalkan rencana Allah bagi kita!

Di sinilah dituntut adanya tindakan iman! Kenapa iman tanpa perbuatan dikatakan mati? Karena betapapun kerasnya kita berteriak “Saya percaya kepada Yesus, saya telah diselamatkan,” sampai kerongkongan kita serak, tetapi kalau kaki kita tidak melangkah menuju meja makan itu kita akan mati kelaparan!

Ketika Petrus menebarkan jala dan mendapatkan ikan yang sangat banyak, ia hanya menuruti perintah Tuhan Yesus dan terbukti. Itulah tindakan iman.

Hampir semua orang Kristen mengaku bahwa ia telah menerima Tuhan dalam hidupnya dan telah menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan sebagai persembahan, tetapi gagal menikmati segala berkat yang dianugerahkan Tuhan kepadanya!

Gambaran ketiga – Tugas Iman

(ay 5 & 6)… Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak… dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Marilah kita perhatikan kata “mengurapi”. Dalam Perjajian Lama ada banyak peristiwa yang berhubungan dengan kata mengurapi. Dan selalu orang yang menerima pengurapan adalah orang yang dipilih Allah untuk melakukan pekerjaan  yang Tuhan kehendaki. Harun diurapi sebagai imam, Saul dan Daud diurapi utk menjadi raja dan Yesaya juga diurapi untuk menyampaikan Firman Allah. Jadi pada hakekatnya urapan adalah tanda roh Allah atau kuasa Allah telah diberikan kepada orang tersebut.

Yes 61:1  ….Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku…

Sukacita kemenangan iman itu gunanya bukan untuk diri kita saja. Kalau Tuhan memberkati kita, Ia bermaksud supaya kita berbuat sesuatu dengan berkat itu.  Jika memang tujuan Tuhan agar kita bertobat dan menjadi orang Kristen untuk hidup senang dan untuk pergi ke surga, kenapa Tuhan tidak mengangkat kita semua pada saat kita bertobat dan diselamatkan? Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak… mengandung artinya Engkau mempercayakan kepadaku perintahMu untuk kulakukan!   Keselamatan bukanlah tujuan akhir dari kehidupan kita, melainkan dasar atau permulaannya.

Sama seperti Yesaya yang diurapi untuk diutus, demikian juga Petrus dan Yohanes berdiri di tengah kota Yerusalem setelah mereka menerima Roh Kudus dan berbicara dengan keras, “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” KPR 4:19 & 20

…dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Mari kita melihat lagi ke Perjanjian Lama, orang yang tinggal di rumah Tuhan atau Bait  Allah adalah para imam yang selalu siap melayani umat Tuhan yang datang dengan berbagai keperluan.

Tuhan memperlengkapi kita dengan berbagai berkat dan mempersiapkan kita sedemikian rupa supaya kita menjadi imam-imam yang cakap melakukan tugas yang telah diberikan Tuhan kepada kita.

Kita tidak hanya berbicara kepada orang lain tentang keselamatan jiwanya tetapi kita juga berbicara kepada Tuhan tentang keselamatan mereka. Karena tugas seorang imam adalah mendoakan orang lain kepada Tuhan.

Baiklah sekarang kita yang sudah bercermin sebelum kita berangkat tadi, sekarang bercermin kembali. Bukan pada cermin jasmani tetapi cermin rohani yaitu Firman Tuhan.

Marilah melihat profil hidup rohani kita.  Di manakah posisi kita sekarang?

Bayi rohani dengan makanan lunak dan susu? Masa pertumbuhan iman?

Atau dewasa rohani sebagai imam-imam yang cakap melakukan tugas yang deberikan Tuhan kepada kita?

Yak 1:23  Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

GBII Nusa Dua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s