Secukupnya

Ibu membuat banyaaak roti besar dengan berbagai rasa,
Ibu berpesan,
“Kalian boleh memilih yg kalian suka..Makanlah secukupnya, satu orang boleh makan maksimal 4 roti.. Tapi roti ini tanpa pengawet, maka akan cepat rusak kalau tak segera dimakan..”
Satu anak langsung memilih dan mengambil empat roti, satu roti ternyata cukup besar, dia makan buru2 agar bisa termakan semua rotinya..
Tetapi makan roti ketiga sudah kekenyangan..
Alhasil roti ke empat membusuk tak termakan..
Dia kenyang tapi tak merasakan nikmatnya setiap roti..

Satu anak memilih agak lama, lalu memutuskan satu roti pilihannya..
Dia nikmati roti pilihannya dengan baik..
Dia bisa menikmati lembut rotinya, harum butternya, manis madunya dan kelezatan rotinya..

Begitu pula Tuhan,
Memberikan kita kebebasan utk mendapatkan sebanyak yg diperbolehkan, tetapi hati dan pikiran kita yang menentukan apakah kita perlu mengambil sebanyak yang diperbolehkan Tuhan untuk diri kita..

Boleh, tidak berarti harus..
Kalau cukup dengan yg minimal, kenapa mengumbar napsu memiliki semua dgn mengatasnamakan apa yg dibolehkan Tuhan?

Untuk kebaikan orang lain, berikanlah yang maximal..
Untuk keuntungan diri sendiri, ambil saja yg minimal..
Tuhan yang akan mencukupkan!

JOY: Jesus first, Others second, You last

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s