Mengenal Kehendak Tuhan

mengenal kehendak Tuhan

Roma 12:1-2
Kita sering mencari tahu apa kehendak Tuhan bagi kita. Pertanyaan telah ada bertahun-tahun bahkan berabad-abad. Ada yang terus mencarinya sampai dapat jawabannya, tetapi ada yang meyerah dan cuek karena putus asa. Orang Kristen sering tidak puas dengan khotbah yang disampaikan di mimbar. Mereka ingin membuktikan sendiri mau mendengar Tuhan berbicara langsung. Sebenarnya hal- hal ini sederhana. Tuhan menciptakan dengan tujuan yang spesifik untuk tiap orang. Apakah kehendak Tuhan pada saya tiap hari?
1. Ibadah
Allah menghendaki agar kita beribadah kepadaNya setiap saat, setiap detak jantung yang memompa darah kita. Ibadah kita adalah persembahan yang bertujuan, menyembah, mendamaikan, meredakan amarah & menyatakan ketundukan. Pada Perjanjian Lama persembahan berupa korban bakaran untuk menebus, mendamaikan manusia dgn Allah berupa hewan yang disembelih. Darah dicurahkan adalah bukti kematian hewan itu. Dalam Perjanjian Baru, Paulus menasehatkan agar kita memberi  hidup kita sebagai persembahan. Persembahan yang hidup dituntut Allah pada mereka yang telah diselamatkan melalui kematian Kristus.  Persembahan korban sudah dilakukan oleh Yesus, kita yang menerima penebusan itu sesungguhnya telah menjadi milik Allah. Allah berhak memakai kita menurut kehendakNya. Jadi tidak mungkin setiap orang Kristen tidak berada dalam rencana Allah. Allah-lah yang berkuasa atas kita, bukan kita lagi.
Yang hidup, yaitu seluruh hidup dengan bagian-bagiannya
Yang kudus , menyangkut segala kegunaan hidup kita. Mengacu pada manfaat hidup ini.
Yang berkenan, memenuhi kriteria yang Tuhan kehendaki. Apa yang berkenan kepada Tuhan? Kembali kepada Kristus yang telah menjadi perembahan korban bagi kita. Yesus berkenan kepada Allah dan kitapun bisa berkenan kepada Allah dengan cara mengambil bagian dalam hidup Kristus itu. Mat 16:24 “…Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
Supaya menjadi sejati. Menjadi persembahan yang “sejati”. Apa adanya tidak dibuat-buat, tidak ditambahkan atau dikurangi atau dimodifikasi. Sejati, asli seperti sediakala! Bukan persembahan yang luar biasa atau dengan tindakan yang tidak wajar tetapi dengan memberi diri kita seluruhnya kepada Tuhan dengan cara hidup sewajarnya sebagai orang percaya. Bagaimanakah caranya?
2. Jangan menjadi serupa dengan dunia ini.
Menjadi serupa artinya melakukan perubahan atau penyesuaian. Penyamaran agar dapat diterima.  Perubahan ini memerlukan pengorbanan, atau ada sesuatu yang harus disesuaikan. Jika kita melakukan penyesuaian sebagian atau seluruhnya maka kita tidak lagi asli, sudah dimodifikasi untuk keperluan lain. Kenapa perlu modifikasi?  Karena, “… manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” 1 Kor 2:14
Banyak gereja masa kini menggunakan apa yang disebut “Pelayanan Kontemporer”  suatu istilah yang mereka untuk menyembunyikan fakta bahwa mereka menjadi serupa dengan dunia ini.  Yang lebih tepat lagi mereka menyebut pelayanan mereka “Pelayanan Mendunia”.  Mereka memakai musik duniawi yang bertopeng Kristen. Bukan berasal dari Tuhan, tetapi musik dunia dengan beat dan tempo untuk  merangsang keinginan daging dan emosi. Mengutamakan emosi tinggi sesaat dan rasa nikmat, tetapi tidak mengenyangkan roh dan jiwa seseorang.  Mimbar untuk berkhotbah Firman Tuhan mereka gunakan sebagai ajang “talk show”.  Tuhan berkata ibadah kita harus berkenan kepadaNya dan tidak serupa dengan dunia dan cara-caranya yang berdosa. Pakaian tidak sopan dan seksi menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki masalah rohani. Orang Kristen hendaknya berpakaian yang sopan dan tidak membuat perhatian orang tertuju kepadanya.Tato, body piercing, rambut gimbal, pakaian seksi, pakaian tipis dan make up adalah tren masa kini. Hati-hati walaupun hanya iseng. Dan Tuhan tidak mau di duakan! Janganlah ada ilah lain di hadapanKu!
3. Kita harus diubahkan. (ay 2)
Berubah oleh pembaharuan budimu! Kita memang tinggal di dunia dengan budaya lingkungan kita ada pada kita. Tetapi, secara rohani kita sudah baru di dalam Kristus. Hendaklah hidup baru itu yang menjadi penuntun tingkah laku kita agar berkenan kepada Tuhan. Pembaharuan yang mengatur pikiran, motivasi, tindakan keinginan dan setiap sel hidup kita.
4.  Supaya dapat mengetahui kehendak Allah.
Ada tiga kata kunci
Baik — dalam kata-kata dan sikap dan sifat. Baik adalah keberadaan Allah yang sempurna dalam segala tindakanNya.
Sempurna — artinya bebas cacat, cemar dan dosa. Artinya seluruh bagiannya lengkap dan seimbang.  Berguna bagi Tuhan secara konsisten dalam keadaan apapun. (Mat 5:48).
Berkenan — dalam keinginan untuk menyenangkan Tuhan, termasuk tujuan keselamatan kita yaitu terpisah dari dunia; dan berdiri teguh pada keselamatan itu. Kita hidup untuk menerima dan melakukan kehendak Tuhan. Jika orang Kristen menaati hal ini, iman kita akan dihargai di mana-mana. Jika semua terpisah dari keburukan dan kebodohan, kesenangan dan kegirangan duniawi, Kristus akan dimuliakan. Jika semuanya benar-benar diperbaharui budinya, mereka akan dijauhkan dari keinginannya terhadap hal-hal tersebut; dan selalu berusaha untuk melakukan kehendak Tuhan.

GBII Nusa Dua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s