Arti Penderitaan

PenderitaanYohanes 11 : 1-3, 14 – 15, 33 – 44

Penting bagi kita untuk mengerti asal muasal terjadinya penderitaan. Supaya kita dapat menghadapinya  dengan cara yang benar; Tidak saling menyalahkan, Tidak putus asa (depresi, pelarian ke obat-obatan, pasrah- nak mule keto dan bunuh diri)

Penderitaan tidak berasal dari Tuhan, janganlah kita mencari  pembenaran diri atau kambing hitam. Tuhan mahakuasa dan mampu membuat segala sesuatu, tetapi ingat Tuhan itu suci! Sehingga tidak ada sedikitpun perbuatan tercela padaNya. Justru karena kasihNya Ia terdorong untuk terlibat dalam penderitaan untuk menolong manusia.

Pelajaran yang bermanfaat dalam penderitaan

Supaya kita belajar percaya (ay15)

Menghadapai penderitaan bersama Tuhan membawa kita pada posisi belajar menaruh iman kita kepadaNya. Sehingga kita dapat mengucap syukur. Cerita tentang tapak kaki di pasir gambarannya sangat indah saat kita ditolong oleh Tuhan. Tetapi lilhatlah sesungguhnya tokoh itu kurang belajar untuk percaya sehingga tidak bisa bersyukur. Belajar bukan hanya membaca atau mendengar tetapi menjalani hidup dengan Tuhan setiap hari.

Mengalami kasih Tuhan (ay 34)

Roma 5:20  Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

Hukum Taurat bukan untuk menjebak manusia tetapi menunjukkan betapa buruknya hidup kita di dalam dosa.

Terlibat dalam pekerjaan Tuhan (ay 39,44)

Kita sering merasa orang lain lebih diberkati dari pada kita. Ada orang yang selalu didengar doanya. Kehidupan bersama Tuhan dalam persekutuan yang erat berbeda dengan persetukuan apapun yang ada di dunia. Jangan memandangnya dengan cara dunia. Dunia memelihara tuhan mereka untuk memenuhi keinginan atau kehendaknya. Walaupun itu sesungguhnya adalah tipuan Iblis. Ia menyesatkan manusia termasuk orang percaya sehingga tanpa kita sadari segala permohonan kita kepada Tuhan, kita lakukan dengan memperalat Tuhan.

1 Korintus 3:9  Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Yohanes 14:12  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

Melihat kemuliaan Allah (ay 40)

Kemuliaan adalah suatu (keadaan) mulia; keluhuran; keagungan; kehormatan. Hanya Allah yang memiliki kemuliaan itu. Manusia telah kehilangan kemuliaan sejak ia mengambil keputusan untuk berjalan menurut kehendak sendiri.  Manusia hanya bisa berharap memperoleh kemuliaan itu dan hanya bisa berharap. Segala usaha manusia untuk memperoleh hubungan persekutuan dengan Allah di dalam kemuliaan tidak akan pernah berhasil. Sia-sia!

Mazmur 94:11  TUHAN mengetahui rancangan-rancangan manusia; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.

1 Korintus 3:20  Dan di tempat lain: “Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.”  Roma 5:2  Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Bagi dunia hal ini tidak masuk akal. Karena memang akal manusia sangat sempit. Manusia berusaha memahami kebesaran Allah yang melebihi alam semesta dengan otak mereka yang hanya sejengkal. Kata kunci agar dapat melihat kemuliaan itu adalah  P-E-R-C-A-Y-A!  Dimulai dari percaya, kita sampai pada melihat kemuliaan Allah.

“Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

Periksalah diri kita sendiri!

Melalui penyataanNya secara umum, Allah telah memperlihatkan kebesaranNya di dalam alam semesta dan segala ciptaanNya.

Secara khusus Ia juga mau menyatakannya bagi barangsiapa yang percaya kepadaNya. Setiap pribadi!

Pandanglah penderitaan dengan cara pandang Allah.

Bahwa penderitaan:

  • Bukan akhir,
  • Bukan kutukan,
  • Bukan kesalahan orang tua,
  • Bukan karena dosa saudara sebab saudara  sudah diampuni,
  • Bukan kesalahan tetangga saudara
  • Bukan jalan buntu!

Tetapi supaya kita

†         Belajar untuk percaya

†         Mengalami kasih Tuhan

†         Terlibat dalam pekerjaan Tuhan

†         Melihat kemuliaan Allah

GBII Nusa Dua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s