Pengaruh Kesaksian Kita Bagi Orang Lain

Bacaan: 2 Tawarikh 9: 1-12

Raja Salomo adalah Raja Bangsa Israel jaman dahulu. Ia hidup ribuan tahun yang lalu. Namun tentang kebijaksanaannya terkenal hingga saat ini. Kita tahu bahwa ketika ia memulai tugasnya sebagai raja, hal partama yang dilakukannya adalah berdoa kepada Tuhan memohon kebijaksanaan untuk memimpin negeri yang diberikan Tuhan kepadanya. Ia tidak meminta kekayaan, kekuasaan atau kemashyuran. Dan Tuhan memandang permintaannya itu baik dan memberikan dia bukan hanya kebijaksanaan tetapi juga semua hal-hal yang lainnya, sehingga namanya termashyur ke seluruh bumi. Dan orang berdatangan kepadanya untuk menyaksikan hikmat Salomo. Hidupnya telah menjadi kesaksian bagi orang lain. Orang Kristen hendaknya memiliki hidup yang memiliki kesaksian yang benar bagi orang lain. Marilah kita melihat betapa besar pengaruh kesaksian hidup kita bagi orang lain. Orang meliaht kesaksian kita dimulai dari mendengar.

Mendengar

Kesaksian hidup Salomo sama dengan kesaksian hidup orang Kristen. Kebaikan Tuhan yang kita terima dalam hidup ini juga menjadi perhatian bagi orang lain. Kesaksian yang benar akan menjadi berita yang tersebar ke mana-mana. Berita itu laksana undangan yang membuat orang tertarik untuk datang. Ratu Negeri Syeba datang dengan pasukan dan oleh-oleh yang luar biasa kepada Salomo. Kesaksian hidup kita bukan hanya membuat orang datang kepada kita, tetapi lebih dari itu orang dapat datang kepada Tuhan dan memuliakanNya.

Kisah Rasul 4:4  Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.

Roma 10:14  Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

Melihat

Ratu Syeba datang untuk melihat langsung untuk meyakinkan dirinya tentang berita yang telah didengarnya. Ia mengamati hikmat, rumah, pegawai, sikap hidup mereka bahkan hubungan mereka dengan Tuhan. Terbukti segala yang dimiliki Salomo adalah buah dari kasih karunia Tuhan sebagai awal kariernya. Segala hikmat dan kemakmuran yang berlimpah tanpa kecuali datangnya dari Tuhan. Kesaksian hidup kita hendaknya jangan pura-pura. Kesaksian yang palsu tidak akan menghasilkan buah yang benar. Cepat atau lambat orang akan tahu. Ratu Syeba melihat kesaksian itu bukan hanya pada pribadi Salomo, tetapi kesaksian itu terbukti benar dari lingkungannya. Orang-orang dekat kita memperhatikan tingkah polah kita dan menjadi surat kabar bagi orang lain. Orang tidak hanya mencari berita langsung dari kita tetapi juga dari mulut orang dekat kita. Mulailah kesaksian anda dengan awal yang benar.

Mazmur 111:10  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Hal yang sangat penting adalah hubungan kita dengan Tuhan yang menjadi sumber kesaksian kita. Allah yang memberi hikmat kepada Salomo bukan hanya sumber pada saat awal hubungan mereka dan selesai, tetapi hubungan yang tetap tanpa akhir. Allah senantiasa bersama Salomo demikian juga Salomo tetap menerima dan bersyukur kepada Tuhan dengan persembahan-persembahannya. Hubungan itu tidak terputus setelah Salomo memperoleh hal yang diinginkannya. Menerima Kristus di dalam hidup kita tidak hanya moment awal perjalanan kita menjadi anak Tuhan. Sejak saat itu dan selamanya kita hidup berjalan denganNya. Tuhan ingin agar kita memiliki persekutuan denganNya bukan hanya untuk memperoleh berkat-berkatNya saja. Allah ingin agar kita hidup bersamaNya setiap waktu dan memberi diri kita sepenuhnya sebagi persembahan kepadaNya. Itulah bukti kasih kita kepada Tuhan.

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Memuji Tuhan

Buah yang terutama dari kesaksian hidup kita yang benar tentang hubungan kita dengan Allah bukan berkat jasmani yang dapat kita bagikan kepada orang lain. Bukan pula berkat hikmat atau pengetahuan yang berguna bagi orang lain. Memang hal-hal itu adalah penting dan berguna, tetapi yang terbaik dari semuanya itu adalah orang lain dapat memuliakan Tuhan. Persekutuan kita dengan Tuhan bukan menjadi kesaksian untuk mendatangkan pujian bagi kita. Melainkan kemuliaan bagi Allah. Dia adalah sumber hikmat itu, maka Dialah yang pantas menerima kemuliaanNya.

Sesuai dengan Mazmur 111:10  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN… hal ini berarti tidak ada usaha atau kepandaian kita untuk mendapatkan hikmat itu. TUHANlah sumber hikmat itu. Apabila kita menerimanya dari TUHAN maka kita akan berakal budi yang baik.  Denga demikian perbuatan kita pun menghasilkan sesuatu yang baik menurut standar TUHAN. Karena semua itu berasal dari TUHAN maka buahnya pun selayaknya untuk TUHAN. Dan orang lain yang menikmati buahnya akan menaikkan..Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Terpujilah Allah kita yang adalah sumber dari segala hikmat!

GBII Nusa Dua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s