Iman yang Benar

Daniel 3:1-30

Pengertian iman berbeda dengan percaya. Kita tahu bahwa air akan membeku atau menjadi es pada suhu nol derajat celcius. Apabila kita meletakkan segelas air pada freezer kulkas yang suhunya  di bawah 0oC, maka kita PERCAYA bahwa air itu akan menjadi es.

Ketika saya masih kelas dua SD, saya sangat takut melihat dua ekor kerbau yang sedang beradu di tengah jalan yang saya lalui ketika pulang sekolah. Saya berbalik dan lari menuju rumah seorang teman dan tetap di sana sampai ibu saya menjemput saya. Ketika saya melihat ibu saya datang, hati saya sangat sukacita. Tanpa pikir panjang saya langsung jalan di sebelah ibu menuju rumah kami. Saat itu ketakutan saya sudah hilang sama sekali. Saya merasa seperti sudah melewati kerbau-kerbau itu walaupun kami belum sampai di tempat itu lagi. Demikianlah gambaran sederhana tentang iman. Kita sudah mendapatkan apa yang kita perlukan jauh sebelum hal itu kita terima.

Marilah kita perhatikan, tindakan iman yang benar dari bacaan kita hari ini.

Iman yang benar menempatkan Allah sebagai yang Utama

Disadari atau tidak, kita selalu mengharapkan hasil dari setiap tindakan yang kita lakukan sekecil apapun itu. Tetapi disayangkan tidak selalu dalam tindakan dan harapan mendapat hasil itu, TUHAN mendapat tempat yang utama. Pengalaman, kepintaran, harta dan kehormatan yang kita miliki selalu menjadi dasar dalam mengambil tindakan atau keputusan. Bahkan tidak jarang kita mengambil keputusan berdasarkan emosi atau gelap mata.

Perhatikanlah baik-baik tindakan dari ketiga orang dalam bacaan di atas. Keputusan yang mereka ambil bukan perkara sederhana, tetapi keputusan yang akan beresiko bagi keluarga, pekerjaan, diri mereka sendiri bahkan bangsanya secara keseluruhan. Mereka semua adalah orang yang memiliki kedudukan di Babel. Dari jabatannya itu mereka memperoleh kehidupan yang baik, harta benda dan kehormatan.

Tetapi karena iman, mereka mengutamakan ALLAH dalam keputusannya, tanpa perlu memperdebatkannya (ay 16-18). Iman adalah tindakan bukan pidato yang berapi-api, bukan pula debat kusir atau debat publik di media massa.

Iman bergantung kepada kehendak ALLAH

Mengutamakan ALLAH tidak menuntut atau memaksa ALLAH melakukan yang kita kehendaki sebagai balasan atas ketundukan kita kepadaNya. Tetapi mengutamakan ALLAH adalah mengakui dan menyadari segalanya tergantung kepada ALLAH bukan pada kita. Dengan alasan apapun kita sering menuntut ALLAH melakukan sesuatu bagi kita sebagai jawaban dari ketaatan yang kita lakukan. Bahkan kita mengajukan protes apabila jawaban ALLAH tidak sesuai dengan keinginan kita.

Kerendahan hati Sadrakh, Mesakh dan Abednego terungkap dalam ayat 17  dan 18, “…Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;  tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Iman yang benar mendatangkan kemuliaan bagi ALLAH

Ayat 28; “…“Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya,…”

Hanya ALLAH yang layak mendapat pujian atas apa dilakukanNya, meskipun kita menerima hasil dari tindakan ALLAH tersebut. Karena memang ALLAH yang melakukannya bukan kita. Dengan demikian tidak ada alasan bagi kita untuk bermegah diri.

Apabila kita menaruh iman kepada ALLAH dalam sekecil apapun tindakan yang kita lakukan dan mengutamakan ALLAH dalam sesederhana apapun keputusan yang kita ambil, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur kepadaNya. Itulah sebabnya Paulus menasehati kita untuk selalu bersuyukur.

Kolose 3:17  Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s