Pertobatan

Bacaan: Matius 3:1-6 & 2 Tawarikh 7:14

“…dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”

Yohanes adalah orang yang berseru-seru kepada bangsa Israel agar mereka bertobat, meninggalkan segala kejahatan mereka.

Celakanya lagi justru terjadi pada banyak orang yang sudah diselamatkan. Persis seperti bangsa Israel, mereka tidak tahu berterimakasih. Karena merasa sudah selamat, mereka menggunakan kemerdekaan dari hukuman maut dengan hidup yang tidak berpadanan dengan kehendak Tuhan.

Hidup dengan ceroboh dan meremehkan hidup kekal anugerah Tuhan. Kejahatan meliputi seluruh dunia.

Selama tidak ada pertobatan atas dosa, maka tidak akan ada kesembuhan atas penyakit rohani  ini untuk mencegahnya terhadap efek yang mematikan.

Marilah kita perhatikan apa yang Tuhan kehendaki agar kita lakukan dari kitab tawarikh ini.

Pertobatan dimulai dengan:

1. Merendahkan Diri

Merendahkan diri atau kerendahan hati adalah obat untuk penyakit rohani; keangkuhan, kesombongan, tinggi hati, kecongkakan dan lain-lain.

Contoh:Yusuf di Kej 41:16 ;Paulus menganggap diri orang paling celaka.

Tuhan tidak memaksa kita merendahkan diri, karena Ia tahu isi hati manusia. Ketika kita mengambil jalan kita sendiri dengan keangkuhan, maka sudah pasti kita akan menemukan masalah. Itulah kenapa dunia ini dipenuhi oleh berbagai masalah. Semuanya bersumber pada manusia yang tidak mau merendahkan diri.

  • Lawan kerendahan hati adalah kesombongan atau meninggikan diri. Kesombongan berdiri pada diri sendiri sedangkan kerendahan hati berserah kepada Allah.
  • Dengan kerendahan hati, kita menjadi jujur dan terbuka.
  • Kesombongan menutup-nutupi; kerendahan hati mengaku apa adanya.
  • Kerendahan hati membuat kita menerima orang lain; kesombongan akan berjalan sendiri. Orang yang rendah hati secara teratur bersekutu dengan orang percaya lainnya karena menyadari  mereka tidak akan dapat melakukannya sendiri.
  • Kerendahan hati tercermin dalam jiwa yang melayani. (Mar. 10:43)
  • Silakan pilih; rendah hati atau direndahkan!

Amsal 13:10 “Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.”

Yak 4:6  “…Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Yak 4:10  “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”

2. Mencari wajah-Ku

  1. Mencari ‘berarti mengharapkan sesuatu.’  Apa yang Anda harapkan? Kita perlu diperbaharui karena orang Kristen memiliki pengharapan yang melebihi “carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya”
  2. ‘Mencari’  adalah kata kerja dengan semangat. Sama dengan keinginan Yesus yang besar ketika Ia berkata “Aku datang untuk mencari dan menyelamatkan yang sesat”. Apakah kita kehilangan kerinduan kita akan Allah?
  3. ‘Wajah-Ku’.  Mencari wajah-Nya adalah mencari kehadiran-Nya. Bukan mencari tangan-Nya (untuk berkat dan keperluan kita) tetapi  wajahNya, kehadiranNya, perkenanNya. Apa yang Allah kehendaki pada kita.

Maz 42:1 “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.”  Plp 3:10 “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia…”

Maz 27:4 “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.”

3. Berbalik dari jalan-jalan yang  jahat

  1. Berbalik artinya bertobat. Seorang Anak Tuhan harus terus menerus bertobat. Di negara-negara Eropa Timur orang  yang  percaya disebut dengan istilah “
  2. Seseorang harus berbalik dari cara hidupnya yang jahat. Sangat gampang melihat dosa-dosa orang lain, tetapi seseorang yang mau diperbaharui harus melihat dan mengakui dosanya sendiri.    Mat 7: 3-5
    “  3  Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?  4  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.  5  Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
  3. Berbalik dari jalan yang jahat juga berarti bertanggung jawab atas segala perbuatan kita.  Vance Hanver berkata,”Jika Anda meminta hak-hak Anda, Anda harus meraihnya dengan tangan Anda; jika Anda bertanggung jawab, Anda akan diperbaharui.”
  4. Kita mengakui cara hidup kita “jahat”.  Kata “jahat” berhubungan dengan sesuatu yang mengerikan dan menjijikkan. Orang berdosa yang paling mengerikan/menjijikkan yang saya tahu adalah….. apa jawaban Anda sejujurnya?

1 Yoh. 1:8-10 “  8Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.  9Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.   10  Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.”

1 Tim 1:15 “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,”

GBII Nusa Dua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s