Pertobatan yang Membawa Kepada Pengampunan

Bacaan; Luk 15:11-24 dan Yes 55:6-7

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia Dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan ranangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihinya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

Seseorang yang sedang disiksa di kantor polisi karena kedapatan mencuri, berteriak; tobat…tobat… tobat! Ia diadili dan dijebloskan ke dalam penjara selama beberapa bulan. Tetapi tidak lama setelah dilepaskan ia kembali melakukan perbuatan yang sama. Pertobatannya tidak sungguh-sungguh, hanya karena supaya tidak disiksa dan tidak memperoleh pengampunan.

Pertobatan dalam bacaan kita hari ini adalah pertobatan di hadapan TUHAN,  yaitu pertobatan hidup secara total yang mendapat pengampunan dari TUHAN dan hidup bersama Dia selama-lamanya. Apakah yang seharusnya kita lakukan agar kita mendapatkan pengampunan atas segala dosa kita? Marilah kita perhatikan dengan baik langkah-langkah yang benar agar mendapat pengampunan berikut ini.

Pertama, menyadari kekeliruan

Ketika anak bungsu itu mellihat keadaanya yang serba menderita ia mulai menyadari kesalahannya. Keadaannya jauh berbeda dengan kondisi kalau ia tinggal bersama dengan bapanya. Kita dapat menyadari kekeliruan apabila kita mau menggunakan standar yang benar sebagai perbandingan. Bukan mengandalkan pengalaman, pengetahuan atau kekuatan kita yang pasti gagal. Menuju Maut

Ada yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Ams 14:12)

Sejak jatuh ke dalam dosa, manusia telah kehilangan kemuliaan Allah dan tersesat tanpa pedoman yang menolongnya menuju TUHAN. Apapun yang mereka anggap benar, ujungnya menuju maut. Kekeliruan hanya dapat diperbaiki apabila kita mengenal kebenaran yang asli atau yang sejati. Yesus berkata, ‘Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14;6). Hubungan kembali dengan Allah hanya dapat diperoleh di dalam Kristus. Tidak ada cara lain!

Kedua, berseru kepada Allah

Anak bungsu itu bangkit dan pergi kepada ayahnya, ia melakukan tindakan menuju kepada Allah. Nabi Yesaya mengatakan, “Carilah TUHAN… Berserulah kepada-Nya…”  Hanya Dia yang pantas kita cari dan kepada-Nya kita harus berseru, bukan kepada yang lain. Sekarang inilah waktu yang diberikan TUHAN kepada kita. Janganlah menyia-nyiakannya. Karena mungkin kesempatan itu tidak akan datang lagi untuk yang kedua kalinya.

Ketiga, meninggalkan kejahatan

Seorang ibu menegur anaknya yang salah mengenakan seragam sekolah karena kesiangan dan terburu-buru. Tetapi anak itu tetap saja mengenakannya dan pergi ke sekolah. Akhirnya ia dihukum tidak boleh mengikuti pelajaran. Ia sudah diperingatkan tetapi tetap membandel, akhirnya menerima hukumannya.

Demikian juga seseorang yang tidak meninggalkan kejahatannya, ia tidak akan mendapat bagiannya dalam Kerajaan Allah. Pertobatan yang benar dan membawa kepada pengampunan adalah pertobatan yang disertai dengan tindakan nyata untuk meninggalkan segala perbuatan jahat.

Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia (1 Yoh 3:6).

Keempat, meninggalkan rangcangannya yang jahat

Konsep dari dari tindakan yang belum atau tidak dilakukan dengan perbuatan nyata disebut rancangan. Rancangan ini ada yang tertulis tetapi ada juga yang masih di dalam pikiran seseorang. Merancangkan sesuatu yang jahat  terhadap orang lain? Pastilah kita akan menggelengkan kepala, hal itu terasa terlalu ekstrim. Tetapi kita sering mendengar seseorang menganggap masih wajar kalau menyimpan sesuatu yang kurang baik dalam pikirannya sebagai hal biasa.

Banyak orang menganggap dapat hidup dengan kejahatan asal tidak melakukannya.

  • Menyimpan gambar/video porno dengan alasan koleksi
  • Menganggap wajar kalau merokok hanya sekali-sekali asal tidak ketagihan. Kata mereka, Roh Kudus tinggal di hati bukan di paru-paru.
  • Ada juga yang berkata, ‘saya minum sedikit saja tidak sampai mabuk, hanya untuk menjaga hubungan dengan teman.

Allah menuntut pertobatan yang seutuhnya, suatu pertobatan total tanpa menyisakan ruang bagi kejahatan dan rancangannya. Bukan tindakan pura-pura atau setengah-setengah. TUHAN tahu segala sisi hidup kita. Tak ada yang tersembunyi di hadapanNya. Tak ada yang terselip di balik baju kita yang rapi disetrika dan di semprot dengan parfum! Allah tahu isi hati kita.

Menyimpan rangcangan jahat akan menghacurkan hidup kita sendiri.

Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allahataumengucap syukur kepadaNya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap (Rm 1:21).

Dan inilah tandanya, bahwa kitamengenal Allah, yaitujika kita menuruti perintah-perintahNya.

Kelima, menerima pengampunanNya

maka Dia akan mengasihaninya, dan… memberi pengampunan dengan limpahnya.

Bagaimanakah sikap yang benar untuk menerima pengampunan dari ALLAH? Adakah kita berdiri tegak dan memukul dada dengan gagah dan bangga seolah-olah pengampunan itu adalah hasil pertobatan kita?  Perhatikanlah kata, ‘mengasihaninya’! Pertobatan, seberapa pun tulusnya, seberapa pun totalnya atau apapun bentuknya, bukanlah harga yang pantas untuk dibayarkan agar memperoleh pengampunan. Pengampunan adalah anugerah Allah yang diberikanNya atas dasar belas kasihan. Pertobatan adalah bukti pengakuan kita atas kedaulatan TUHAN dalam hidup kita.

‘…itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri
(Ef 2:9).

GBII Nusa Dua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s