Garam di Gelas dan Telaga

garam

Suatu ketika seorang pemuda yang sedang bergumul dalam masalah, menemui seorang kakek tua nan bijak di desa terpencil; ia menceritakan segala isi permasalahan hidupnya dan meminta jalan keluar.

Setelah sang kakek dengan sabar mendengar cerita si pemuda tersebut, sambil tersenyum ia mengambil segenggam garam dan menaburkannya dalam gelas berisikan air putih lalu meminta si pemuda meminumnya

“Asin tak karuan kek rasanya”

Lalu si kakek mengajak si pemuda tersebut ke telaga depan gubuknya, dan menaburkan segenggam garam ke telaga tersebut lalu meminta si pemuda meminum air dari telaga.

P: “Segar airnya kek, melegakan…”
K: “tidak kau rasakan asin lagi ?”
P: “tidak sama sekali kek…”
K:” Nak, pahitnya kehidupan, apapun betuknya, sama seperti segenggam garam tadi, tidak lebih tidak kurang, kepahitan itu tergantung wadah yang kita miliki.
Luaskan hati mu untuk menerima masalah hidup, hati mu adalah wadah tersebut, jangan jadikan ukuran hatimu seperti gelas, tapi jadikan seperti telaga, maka hidupmu akan penuh kebahagiaan dan sejahtera”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s