Pertobatan di Dalam Penjara

pertobatan

Andre Levet :
Kutipan dari pidatonya pada konferensi “Apostres pour l’an 2000,” tahun 1998 di Versailles, Perancis.
Namaku Andre Levet. Saya lahir pada suatu keluarga ateis dan saya tidak pernah mendengar seorangpun berbicara tentang Tuhan….Saya kabur dari rumah ketika saya berumur 13 tahun ke Merseille dimana saya tidur di jalan atau pada mobil kereta yang ditinggalkan.
Pada masa itulah, saya akhirnya masuk penjara untuk pertama kalinya. Saya ditahan atas tuduhan 15 perampokan bersenjata..kemudian sebagai kepala geng, saya mengkhususkan diri pada perampokan.
Suatu hari saya ada di Laval, Perancis untuk “membereskan suatu bisnis”. Ketika saya sedang berjalan, saya melihat seorang pastor mengenakan jubah pastor hitam pada sisi lain jalan. Saya pergi kepadanya dan karena saya tidak pernah melihat seorang pastor berpakaian sebelumnya, saya bertanya kepadanya apakah dia seorang pria atau wanita.
“Saya seorang pelayan Tuhan,” dia menjawab. “Dimana Tuhanmu ? Saya tidak pernah melihatnya ?” kataku.
“Saya tahu kamu tidak kenal Tuhan,” dia menanggapiku,”tapi bila kamu memiliki waktu luang, datang dan kita akan berbincang-bincang. Saya tinggal di jalan Solferino 12.”
Saya tidak pernah melupakan alamat itu. Beberapa bulan kemudian saya ada di Laval lagi untuk “bisnis.” Saya datang, secara kebetulan ke alamat ini dan berkunjung ke pastor itu. Dia ada di rumah dan berkata kepadaku,”saya sudah menunggumu.”
Pastor ini menjadi temanku. Dia memberiku nasehat yang tak pernah aku ikuti dan sewaktu dia berbicara kepadaku tentang Tuhan saya berkata,”Tinggalkan Tuhanmu pada tempat-Nya.”
Beberapa waktu kemudian sebuah perampokan di Rennes berubah menjadi kacau. Kaki tanganku tertembak dan saya dikurung. Setelah saya berhasil kabur, saya mengatur sebuah kelompok obat bius di Amerika Selatan. Saya dipenjara sebanyak 3 kali dan 3 kali saya meloloskan diri sebelum saya diekstradisi ke Perancis. Jika saya hitung semua pelanggaran saya, saya seharusnya mendapat hukuman 120 tahun. Pada akhirnya, saya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Pada penjara dengan keamanan tinggi di Chateau Thierry, sipir penjara menyambutku dengan ucapan,”di sini kamu hanya dapat menurut atau mati.” Saya membalas dengan membelakangi mejanya.
Saya mengalami bulan yang panjang, tahun yang panjang di tempat ini. Ada seseorang yang mengikutiku di sana yaitu pendeta baikku. Dia tidak menyerah terhadapku. Dia menulis sebuah surat tiap bulan, dia tidak berkata banyak tentang Tuhan, hanya satu atau dua kata saja,”Andre, Tuhan hidup.”
Saya mengeluh tentang situasiku,”Saya pergi keselku di blokku dan saya tak melihat apapun kecuali empat dinding.”
Jawabanya kepadaku adalah,”Saya mengirimimu sebuah buku besar. Kamu dapat membacanya selama kamu ada di penjara, tapi juga saat kamu telah bebas.”
Bukunya datang 4 besar, bundelan Injil..”Aha…! Pastor itu masih dapat menyelundupkan Tuhannya ke selku.” pikirku. Untuk menyenangkannya, saya akan membukanya 9 kali dalam 10 tahun.
Suatu hari, saya berpikir lagi tentang buku ini. Sementara saya menunggu dengan sia-sia untuk sebuah senjata atau kikir untuk kabur dari penjara, memang hanya ada 1 hal yang tersisa untukku pada situasi tanpa harapan ini-Yesus. Saya menantang Yesus,”Jika Kamu benar ada, jika Kamu memang dapat melakukan apapun yang tertulis dalam buku ini, maka bagus, datang dan kunjungi aku. Saya mengajukan sebuah pertemuan, datang malam ini jam 2 pagi, kemudian kita akan memiliki waktu yang tenang untuk mendiskusikan banyak hal. Dan jika Kamu memang kuat, maka saya hanya ingin satu hal dari-Mu. Bukalah sel ini dan saya akan keluar dari sini.” Yesus, yang ingin kujadikan kaki tangan untuk kebebasanku, menjawabku dan saya lari denganNya meskipun saya tetap berada dalam empat dinding. Hal ini yang terjadi :
Pada malam antara tanggal 11 dan 12 Juni tahun 1960, saya tertidur seperti biasa dengan jeruji sel dalam pandanganku. Saya tertidur pulas. Pada malam ini, seseorang membangunkanku dari tidurku dengan mengguncang-guncangku. Saya melompat dari tempat tidur, siap untuk memukul penyusup, tapi tak ada seorangpun disana. Meski begitu, saya mendengar kata-kata ini jauh di dalam hatiku yang bergema seperti dalam terowongan,”sekarang sudah jam 2 Andre, kita ada janji bertemu.”
Saya lompat menuju pintu besi selku dan berteriak melalui jendela kecil kepada penjaga “Kenapa kamu menggangguku?” dia menjawab,”Apa yang membuatmu gelisah, saya tidak mengatakan apapun.” Kemudian saya bertanya kepadanya,”Jam berapa sekarang ?” “jam 2 tepat.”
Saya tidak punya waktu untuk memikirkannya karena suara itu datang lagi, bahkan lebih kuat, mendalam,”Saya Tuhanmu, Tuhan semua orang.”
Saya mengepalkan tinjuku dan berteriak,”Tapi bagaimana Kamu dapat berbicara di telingaku padahal aku tidak melihat-Mu dan tidak bertemu Kamu ? Siapa Kamu ? tinggalkan aku sendiri, pergi atau tunjukkan diri-Mu.”
Dan kemudian saya melihat disana pada jeruji dimana saya selalu membayangkan meledak sehingga saya dapat lari-sebuah cahaya penuh kemuliaan. Kata-kata tidak dapat menjelaskannya. Langit-langit dan dinding menjadi hilang-surga ada di selku. Dalam sinar ada seorang pria, yang tidak saya kenal, yang tidak pernah saya lihat. Dia menunjukkan kepadaku tangannya yang tertembus, kakinya yang tertembus, pinggangnya yang terbuka. Dan saya mendengar kata-kata dalam selku yang langsung ditujukan kepadaku,”Ini juga untukmu.”
Pada saat ini, hal itu seperti jika sebuah sisik terlepas dari mataku untuk pertama kalinya. Sisik yang berat dari 27 tahun penuh dosa akhirnya terlepas, dan saya dapat melihat dengan jelas. Dengan cepat saya menyadari bahwa saya seorang pendosa dan bahwa Dia adalah Sang Juru Selamat ! Untuk pertama kalinya dalam hidupku, saya tundukkan leherku dan jatuh berlutut. Saya menangis untuk pertama kalinya dalam hidupku, untuk pertama kalinya seseorang ingin mencintai aku !
Dari jam 2 sampai jam 7 pagi, ketika mereka membuka sel, saya sedang berlutut-selama 5 jam- memandang ke belakang semua perbuatan jahat yang telah saya lakukan, dan hal itu keluar dariku seperti sebuah bisul yang terlalu matang. Penjaga menemukanku menangis sambil berlutut pada jam 7 pagi dan aku berkata padanya,”Saya tidak akan pernah meludahimu lagi, saya tidak akan memukul atau mencuri dari orang lain, maka saya akan melakukan hal itu juga pada Yesus.”
Penjaga yang terkejut berpikir pada awalnya bahwa saya sedang melakukan suatu tipuan, tapi dengan sangat cepat dia melihat bahwa saya telah berubah total.
Setelah perjumpaan ini, saya harus menjalani 6 tahun lagi, waktu yang Tuhan, seniman Ilahi, gunakan untuk menobatkan saya dari sebuah batu balok kebencian dan ateis menjadi seorang yang kecil, benar-benar tidak penting saksi akan kasihNya yang pengampun.
Setelah Andre Levet dilepaskan dari penjara, dia mengadakan konferensi tentang pertobatannya di seluruh Perancis dan di luar negeri juga.
Sumber : Majalah Triumph Of The Heart
Penterjemah : Yohanes Khan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s