Bijaksana

Sebuah kenyataan yg patut di renungkan..
💥Uang Tidak Kenal Orang Tua & Saudara💥
Mr.Lin Shao Keng telah Menikah selama lebih dari 35 thn.
Setelah meninggal, ia meninggalkan 2 putra dan 2 putri, serta warisan 20 Millyar.

Suatu jumlah yang sangat fantastis besarnya.
Setelah pemakaman, tidak begitu lama istrinya Mrs.Lin, membagikan warisan sama rata kpd ke empat anaknya, dgn harapan kelak bisa tinggal bersama anak cucunya menghabiskan masa tuanya biar  ada yg merawatnya!
Tetapi setelah anak-anaknya mendapatkan warisan, ternyata ia ditaruh di sebuah panti jompo dan tidak mau ajak ibunya tinggal bersama apalagi utk merawat dan mengurusnya .
Empat anaknya bahkan jarang  datang untuk menjenguknya. Beberapa tahun kemudian, Mrs Lin bunuh diri karena sangat kecewa dan depresi berat!
Dalam waktu yang sama, ada seorang janda yaitu Mrs.Tan, berusia hampir sama dengan Mrs. Lin.
Suaminya juga meninggal dan mereka juga memiliki 2 putra dan 2 putri serta harta beserta uang tunai sebesar 25 Millyar warisannya.
Mrs. Tan tidak serta merta begitu suaminya meninggal lantas segera membagi-bagi warisan kepada ke 4 orang anaknya melainkan ia lebih pintar yaitu menempatkan uangnya dlm tabungan dan deposito, dgn hasil bunga Deposito itu dia bisa menjalani kehidupan hari tuanya dgn sangat baik dan anak2nya juga sangat dekat sama dia!
Dia memilih hidup di sebuah Panti Jompo yg cukup mewah dan dia sengaja tidak mau tinggal bersama anak cucunya. Dia mengatakan kepada anak2 dan cucu2nya:
“Setiap kali kalian datang mengunjungi saya, kalian akan saya beri Rp.1.000.000.- perorang dan menemaniku makan ke restoran yang paling enak kita makan bersama dan saya yg akan membayar billnya.

Dan barang siapa yg ada disampingku menemani saya sampai saya meninggal, maka dia yg akan mendapat setengah dari warisan saya”.
Dengan cara ini selama beberapa tahun, dia merasa amat happy dan bahagia, sebab tiap bulan dia bisa memperoleh bunga bank yg cukup lumayan utk biaya hidup dan keperluanya, disamping itu dia banyak teman2 sebaya yg sama2 tinggal dipanti jompo itu bisa senda gurau tiap hari dan dia juga bisa berbuat amal ketempat-tempat yg dia pandang perlu, dan yg paling bikin dia merasa puas dan senang adalah dia merasa  sangat dihormati dan diharhargai oleh siapa saja terutama anak menantu dan cucu-cucunya.

Sebab hampir setiap hari anak2nya yg laki2 dan perempuan datang bergantian menjenguknya.

Dia menjalani kehidupannya dgn  sangat Bahagia sekali!
Suatu ketika, kita akan menjadi spt keadaan Mrs. Lin dan Mrs. Tan. Klau memang kita sama2 memiliki warisan dari sang suami yg telah meninggal, mau milih seperti yg mana?  Kita jangan berharap terlalu banyak terhadap anak2 dan cucu2 kita.. sebab pasti akan banyak kecewanya. Sebab mereka pasti banyak alasan yg menyebabkan tiada waktu untuk menemani atau membesuk kita jika kita salah menerapkan metode yang tepat.

Kita tidak hanya diperlakukan dengan ber Martabat, tetapi juga dapat menikmati Kasih Sayang sebagai orang tua dari mereka.
Cerita diatas bukan hanya cerita Fiktif belaka.Tetapi sudah banyak Orang tua yg mengalami nasib yg sama tragis seperti Mrs. Lin diatas.
Juga supaya kita jangan sampai di remehkan oleh orang2 terutama oleh anak, menantu ataupun cucu kita sendiri.
Sebaiknya kita siap-siap menjalani hidup di Hari Tua kita yg akan datang… 

Karena jaman sekarang didunia ini Agama bisa tumbuh Subur dimana-mana.Tetapi pelajaran Moral Ethic dan rasa kasih dan bakti terhadap orang tua tidak mencapai ke hati sanubari anak2 zaman sekarang.
Anda jangan mengira bahwa Anda berbeda dengan 2 kisah tsb di atas karena perbedaan kultur dan suku bangsa.Tapi anda harus ingat selalu satu pepatah tua yg masih sangat valid sampai sekarang…
Yaitu….Uang tak kenal Saudara dan orang tua. 🎭

💰Uang itu Bukan Teman Sejati!
Hanya Tuhan & Sahabat Setia itulah Kekayaan yg Sejati✅

Iklan

Cara Menghilangkan Komedo

13-non-inflammatory-acne-2

Masalah yang paling sering dikeluhkan oleh wanita selain masalah jerawat adalah bagaimana cara membersihkan komedo secara alami, cepat, dan ampuh. Selain jerawat, komedo merupakan salah satu gangguan pada kulit wajah yang sulit untuk dihilangkan. Terutama para wanita yang memiliki kulit wajah berminyak, komedo adalah bahaya nyata yang sering sekali muncul jika tidak membersihkan wajah secara rutin.

Komedo ada dua jenis, yaitu komedo hitam yang biasa dikenal dengan blackhead dan komedo putih atau disebut whitehead. Namun apapun jenisnya maka tentu saja harus diatasi dengan cepat agar wajah Anda tetap halus dan mulus. Nah cara menghilangkan komedo sebenarnya sangatlah mudah karena hanya dengan menggunakan produk skincare yang tepat dan secara rutin dan konsisten maka ini sudah bisa mengatasi masalah komedo di wajah.

96

Flek Hitam

Flek hitam merupakan noda atau bercak berwarna kehitaman yang terdapat di wajah akibat pigmentasi kulit secara berlebihan. Kondisi ini umum dan biasanya tidak membahayakan diri bagi penderitanya. Tapi cukup mengganggu dan mengurangi kecantikan pada wajah yang dapat mengurangi rasa percaya diri.

Banyak wanita yang belum mengerti ciri ciri dari flek hitam pada wajah. Padahal ciri -ciri flek hitam tidak sulit untuk dikenali. Berikut ini ciri – ciri dari flek hitam pada wajah :

  • Berwarna kecoklatan / kehitaman. Biasanya flek hitam sebelum muncul akan berwarna kecoklatan terlebih dahulu kemudian lama -lama akan berwarna hitam.
  • Berbetuk bintik / bercak . Terdapat di sekitar pipi, biasanya di tulang pipi , dekat hidung atau dibawah mata. Berjumlah cukup banyak karena bentuknya seperti bintik / bercak.

 

Kode Prefix Operator Seluler di Indonesia

Kadang saking banyaknya operator seluler di Indonesia kita lupa dengan kode prefix operator seluler itu milik operator mana. Berikut adalah daftar kode awal operator di Indonesia.

Kode Prefix Telkomsel

 

Sebagai operator seluler terbesar telkomsel mempunya kode prefix yang cukup banyak :
0811- (Kartu Halo 10, 11 digit)
0812- (Kartu Halo, simPATI 11, 12 digit)
0813- (Kartu Halo, simPATI 12 digit)
0821- (simPATI 12 digit)
0822- (simPATI, Kartu Facebook)

 

0823- (Kartu As 12 digit)
0852- (Kartu As 12 digit)
0853- (Kartu As 12 digit)
0851 – Kode Kartu AS pengganti Flexi yang sudah di akuisisi Telkomsel.

Kode Prefix Indosat

Baca lebih lanjut

Menghilangkan Formalin pada Makanan

Formalin adalah bahan kimia berbahaya yang kerap dicampurkan ke makanan oleh pedagang curang. Sebagai konsumen kita pun jadi waswas, takut bila tanpa sengaja membeli makanan berformalin dan meracuni diri dan keluarga sendiri. Untungnya, ada cara untuk menghilangkan kadar formalin dari makanan.
1. Ikan Asin

Ikan asin yang berformalin perlu direndam selama 60 menit agar formalinnya terlepas dari ikan dan terlarut ke air rendamannya. Level formalin akan berkurang sebanyak 61.25% bila ikan asin direndam dalam air biasa. Sebaiknya, perendaman ikan asin dilakukan di air garam karena dapat menghilangkan level formalin hingga 89.5%.
2. Tahu

Tahu yang berformalin pun bisa dinetralkan dengan cara yang mudah. Cara terbaik adalah dengan merebusnya sampai mendidih kemudian menggorengnya. Teknik ini terbukti dapat menghilangkan hampir semua kandungan formalin di dalam tahu tersebut. Cara lain juga bisa dilakukan dengan mengukusnya atau merendamnya di air panas. Namun, kedua cara ini hanya dapat mengurangi kandungan formalinnya, bukan menghilangkannya secara total.
3. Mie Basah

Untuk mie basah, caranya lebih mudah lagi. Cukup rendam saja mie dalam air panas selama 30 menit. Teknik sederhana ini terbukti dapat menghilangkan kandungan formalinnya hingga 100%. Jangan lupa, cuci kembali mie dengan air biasa setelah perendaman untuk memastikan tidak ada sisa formalin yang masih menempel.
4. Ikan Segar

Ikan segar yang diberi formalin juga bisa dinetralkan kembali sehingga aman untuk dikonsumsi. Campurkan cuka ke dalam air hingga konsentrasinya mencapai 5%. Kemudian, rendam ikan di larutan tersebut selama 15 menit.

Norul Saranghae (I Love You) Lyrics

norul.png

Achimi onun soriye munduk chameso ggaeyo
Nae pumane chamdun noyege
Woohh wooh woohh
Norul saranghae

Nae-ga him-gyo-ul ttae-mada nonun hangsang nae-gyote
Ttasuhage o-kkael kamssamyo
Woohh wooh woohh
Norul saranghae

Yongwonhi uriyege sodulpun ibyorun opso
Ttae-ronun sulpume nunmuldo hulli-ji-man

Onjena nowa hamkke sae-ha-yan kkumul kkumyonso
Hanuri urirul kalla nuhulttae kkaji
Woohh wooh woohh
Norul saranghae
Norul saranghae

================

I wake,
the approach of morning rouses me And to you, asleep in my arms (Oh)
I love you
When I’m fighting an uphill battle You warmly hug me (Oh)
I love you
We will never have a forlorn farewell
While we may cry because of the sorrow
We will always share our dreams
Until the sky keeps us apart (Oh)
I love you
I love you

#gongyoo #coffeeprince

Gong Yoo a.k.a Gong Ji-chul

Trivia (9)

  • Gong Yoo’s name is actually Gong Ji-chul, however Yoo is actually his mother’s family name.
  • Gong Yoo went on a diet for three months to reduce his body fat. He learned the Russian martial art Systema for the film’s fight scenes, and performed car chases, rock climbing and skydiving at the Han River without using stuntmen, for his role on The Suspect back in 2013.
  • In 2014 Gong Yoo appeared in Kim Dong Ryul’s music video titled “How I Am.” The song depicts a man who misses his lover.
  • His movie “Train to Busan” is the first Korean film of 2016 to break the audience record with over 10 million theatergoers.
  • Gong Yoo became the most popular actor in South Korea for August 2016.
  • Gong Yoo will be starring in TV series called “Goblin,” his first drama series after 2012.
  • Gong Yoo played the role of a father for the fourth time in “Train to Busan.” In the past he played the role of a father in “The Suspect,” “Silenced,” and “A Man And A Woman.”.
  • Gong Yoo was named as an ambassador of the National Tax Service of South Koreain 2014.
  • In 2016, Gong Yoo has resurgence in his career by starring in two major movies at the same time, Train to Busan (the first movie in 2016 to score 10 millions viewer) and The Age of Shadows (as the South Korea contender for the submission for the 89 Oscar for Best Foreign Movie).

 

Personal Quotes (9)

  • [On his experience on Train to Busan] I thought zombie and action films were a piece of cake, but I struggled.
  • [On his experience on Train to Busan] There were so many times a zombie caught up to me while we were filming. I heard the director yell cut and stood in place, but the zombie actors behind me couldn’t hear it and kept running after me. So there are lots of behind-the-scenes videos of me looking pretty stupid.
  • [On his experience on Train to Busan] I naturally get scared easily. When I was young, I hated going to haunted houses. So filming with zombies for this movie was too scary for me.
  • [ On his acting career] I’ve grown more apprehensive. I have these ambitions that I don’t want to lose sight of. I think might become self critical about the things I try to change about myself as I grow older and more knowledgable, more so than before.
  • [On his experience on Train to Busan] I’ve filmed realistic action films before so I thought they were doable, but fighting with the zombies was extremely complicated.
  • [On his role as a father] It gave me a chance to think about how I would treat my child in the future if I have children. I don’t want to crush the child’s sense of hope, but I also don’t want to lie. It actually made me more afraid of raising a child,
  • I think (social media) is so scary, I think it’s a tool that makes people lonelier. You feel insecurities you don’t need to feel on social media.
  • I prefer old Korean music like Lee Seung Hwan, Lee Moon Se, and Yoo Jae Ha. However, among the current musicians, I think GD [G-Dragon] and IU have really nice sensitivity. They’re really cool. Anyway, after taking a drink, the music I play is from the 70s, 80s, and 90s. I’m really getting old, right?
  • Some day I will marry and become a father, but I should’ve already had 2 kids considering my current age. In fact, my friends are parents of elementary students, but despite my age, I am still very young [mentally]. Just by what I see from others around me, I can tell that getting married, creating a family, and having kids is extremely difficult. I think that’s also why my younger, married friends seem more like brothers to me.